*HUJAN adalah Rahmat dan Peringatan*
Hujan dalam Al-Qur’an itu istimewa. Allah tidak menyebutnya dengan satu kata saja, tapi dengan beberapa nama, karena maknanya beda-beda.
### 1. Nama-nama Hujan di Al-Qur’an
*a) Al-Ghaits ( الغيث ) = Hujan yang penuh pertolongan dan kasih sayang*
Ini hujan yang ditunggu-tunggu setelah kemarau panjang.
> “Dan Dialah yang menurunkan hujan (ghaits) setelah mereka berputus asa…” (QS. Asy-Syura: 28)
*b) Al-Mathar ( المطر ) = Hujan yang bisa jadi ujian / azab*
Sering dipakai untuk hujan azab untuk kaum yang mendustakan.
> “Dan Kami hujani mereka dengan hujan (mathar), maka betapa buruk hujan yang ditimpakan kepada orang-orang yang diberi peringatan.” (QS. Asy-Syu’ara: 173)
*c) Al-Wadaq ( الودق ) = Hujan yang keluar berkilat dari awan*
> “Tidakkah kamu melihat bahwa Allah mengarak awan, kemudian mengumpulkan… kemudian kamu lihat hujan (wadaq) keluar dari celah-celahnya.” (QS. An-Nur: 43)
*d) Al-Maa’ ( الماء ) = Air secara umum, termasuk air hujan sebagai sumber hidup*
> “Dan Kami turunkan dari langit air yang diberkahi…” (QS. Qaf: 9)
### 2. Fungsi Hujan Menurut Al-Qur’an
Allah jelaskan hujan punya 7 fungsi utama:
*1. Sebagai Rahmat dan Harapan*
> “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya, Dia memperlihatkan kilat… dan diturunkan-Nya hujan dari langit.” (QS. Ar-Rum: 24)
*2. Sebagai Penghidup Bumi yang Mati*
> “Dan Allah menurunkan dari langit air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah matinya.” (QS. An-Nahl: 65)
Persis seperti hati manusia yang mati, bisa hidup lagi dengan hidayah.
*3. Sebagai Rezeki*
> “Dan diturunkan-Nya dari langit air hujan, lalu dikeluarkan-Nya dengan air itu buah-buahan sebagai rezeki untukmu.” (QS. Al-Baqarah: 22)
*4. Sebagai Pembersih dan Penguat Jiwa*
> “Dan Allah menurunkan kepadamu hujan dari langit untuk menyucikan kamu dengan hujan itu…” (QS. Al-Anfal: 11)
Ini turun saat perang Badar, untuk menguatkan kaki kaum muslimin dan menenangkan hati.
*5. Sebagai Pelajaran Siklus Kehidupan*
> “Tidakkah kamu melihat bahwa Allah menurunkan air dari langit lalu menjadi mata air di bumi…” (QS. Az-Zumar: 21)
Dari langit -> bumi -> tumbuhan -> kering -> hancur. Seperti hidup manusia.
*6. Sebagai Azab (jika melampaui batas)*
Hujan untuk Kaum Nuh, Kaum Luth.
*7. Waktu Mustajab untuk Berdoa*
Rasulullah SAW bersabda: “Doa tidak akan tertolak pada dua waktu: ketika adzan dan ketika hujan turun.” (HR. Hakim)
Jadi hujan itu bukan sekadar cuaca. Dalam Al-Qur’an, hujan adalah *surat cinta dari langit.*
Kadang lembut sebagai rahmat, kadang deras sebagai peringatan, tapi selalu membawa kehidupan.
________________________________
*Amanah dan Donasi silahkan ditunaikan ke : 👇🏻*
🏧BTN :
00164 0150026.7469
a/n : *Jarod Purwinanto*
🏧BRI : 04370 1001 907569
🏧Mandiri :1760003372743
🏧BSI : 7227-6819-87
a/n *Yayasan Hidayah Yatim Indonesia.*
Konfirmasi & informasi bukti Donasi untuk kerapian pembukuan.
WA : 083891108160
WA : 089633151060

